Ilmu Bahagia

Salah satu cara menjalani hidup dengan (lebih) bahagia …

Undangan Peringatan 10 Windu “Uran-uran Begja”

Posted by Wijayanto on September 22, 2008

Langgeng Bungah Susah,
10 Windu Uran-uran Begja (2 Oktober 1928 - 2008)

Untuk mengenangnya, akan dilakukan pertemuan pada Minggu, 12 Oktober 2008, di Desa Kroya, Kecamaan Bringin, Kabupaten Semarang, di tempat bekas Ki Ageng Suryamentaram mengumandangkan syair-syair tersebut.

Ketentuan: (seperti biasanya): segala keperluan pribadi dipersiapkan sendiri-sendiri.

Contact Person:
Klaten: Ki Purwanto Subakir 0272 - 897003
Kab. Semarang: Ki Wagiman 0298 - 7101275
Salatiga: Ki Tri Kadarsila 0298 - 323983
Salatiga: Ki Langgeng Wiwoho 0298 - 311608
Salatiga: Ki Ismunandar 0298 - 340181

atau, jika hanya perlu informasi, bisa kontak ke email: wit@salatiga.biz

Posted in Umum | No Comments »

“RITUAL” Kawruh Jiwa seperti apa ya????

Posted by Wijayanto on April 21, 2008

Pada tanggal 18 Maret 2008, oleh Dinas Pariwisata Jawa Tengah, (+ Kabupaten Semarang) dilakukan pen-dokumentasi-an acara “ritual” Kawruh Jiwa. Sebenarnya ini salah kaprah, karena sebenarnya Kawruh Jiwa tidak mengenal RITUAL. Sudah sering ditegaskan bahwa Kawruh Jiwa BUKAN agama, BUKAN kepercayaan, BUKAN keyakinan. Kawruh Jiwa hanya filsafat tentang hidup, dipelajari dengan KANDHA-TAKON (tanya-jawab) yang pertemuannya sering disebut dengan JUNGGRINGAN.

Read the rest of this entry »

Posted in Umum | 2 Comments »

Wohing ajaran Kawruh Jiwa

Posted by Wijayanto on April 16, 2008

Solo Pos, 27 Maret 2008

Ki Ageng Suryemantaram (KAS) miwiti mbabaraken ajaran kawruh begja wonten ing Desa Kroya, Bringin, Kabupaten Semarang, antawisipun sedasa kilometer ing sisih ler, saking kitha Salatiga.
Ajaran utawi filsafat kawruh begja kawiwitan saking sumerepipun Ki Ageng dhumateng hakikatipun tiyang, ingkang miturut Ki Ageng ing saben tiyang punika wonten kalih perangan ”Aku”, inggih punika ”Aku tukang nyawang” kaliyan ”Aku kramadangsa”. Filsafat kawruh begja punika sakmenika langkung moncer kanthi sebatan kawruh jiwa. Read the rest of this entry »

Posted in Tafsir Kawruh Jiwa, Umum | No Comments »

Kawruh Jiwa, Rompi Ontrokusuma dan Ki Theodorus Pujiono

Posted by Wijayanto on January 12, 2008

dikutip dari tulisan Ki Tri kadarsila di http://salatiga.bforum.biz , tepatnya di:
http://salatiga.bforum.biz/kawruh-jiwa-ilmu-bahagia-f11/kawruh-jiwa-rompi-ontrokusumo-dan-ki-theodorus-pujiono-t54.htm

Ki Ageng Suryomentaram (KAS) pd periode 1920-1928 di Yogya menulis Buku Langgar memuat 28 tulisan yng menurut saya (2003) mrpkn ’surat politik’ dan keberpihakannya kpd ‘gerakan politik prakemerdekaan’. Ttp Ki Purwanto Subakhir (PS) (2006) melihat kumpulan surat tsb sbg wejang dan peta strategi pembelajaran-rasa Kawruh JIwa (KJ). Pada surat ke-3 bertajuk “Kere waja dateng Paman Karsana, dhik Mantri Pamicis, utawi Pak Suta” oleh PS ditafsir sbg lanjutan Surat ke 2 yang membahas ttg ‘kehendak’ (Jw: karep). Kere-waja dlm surat tsb diartikan pula sbg ‘rompi/kutang Ontrokusumo’ — yg dlm mitos Sunan Kalijaga dianggap sbg ’senjata inkulturasi penyebaran Islam berbasis budaya Jawa di Pantai Utara Jawa’ (pen). Rompi tsb juga ditafsir sbg rompi-terbang bertanda bintang 8 di bagian dada milik R.Gatutkaca satria Pringgadani anak Wrekudara.

Read the rest of this entry »

Posted in Hidup sehari-hari, Umum | 2 Comments »

Junggringan, bukan jonggringan???

Posted by Wijayanto on January 12, 2008

Tadi sore saya dan Ki Harun sowan ke Ki Wagiman, menunjukkan bagan yang saya buat untuk ‘mempermudah’ memahami KJ. Di sela-sela pembicaraan “ngalor-ngidul” tentang KJ, saya melihat buku “Ilmu Djiwa” yang dicetak tahun 1956. Ee… saya baca ada tulisan “junggring saloka”.
Mungkin ini jawaban bagi ‘pertanyaan’ saya sekian lama, yang betul itu ‘jonggring’ apa ‘junggring’ atau sama saja?

Ya, sejak sekarang saya putuskan pakai kata ‘junggring’ saja…
Atau ada diantara Anda yang memiliki pendapat yang lebih meyakinkan apakah ‘jonggring’ apa ‘junggring’?

Posted in Junggringan, Umum | No Comments »

Sebutan: Ki , Nyi, Pambahureksa, Bangkokan, Junggringan

Posted by Wijayanto on January 10, 2008

Dalam komunitas pelajar Kawruh Jiwa (KJ), biasa digunakan sebutan ‘Ki‘, untuk menyebut orang laki-laki dan ‘Nyi‘ untuk menyebut orang perempuan.

Sebutan Ki dan Nyi ini tidak hanya berlaku bagi para orang tua namun juga orang /anak muda, bahkan untuk anak kecil.

Prinsip kesetaraan manusia dalam KJ tidak membedakan tingkat-tingkat usia.
Prinsip tanpa guru tanpa murid, tidak membedakan antara “pelajar baru” dengan “pelajar lama” atau yang sudah “ahli”

Para pengurus komunitas pelajar KJ disebut ‘Pambahureksa
Orang-orang yang sudah “mumpuni” dalam KJ sering disebut ‘Bangkokan Kawruh Jiwa’.

Ya.. kata “bangkokan” diambil dari kata yang dipakai untuk menyebut pemimpin rombongan kera (monyet). Dalam rombongan kera (monyet), kera pemimpinnya disebut “Bangkokan”

Kata “bangkokan” ini digunakan mungkin dengan maksud bahwa orang yang “mumpuni” tersebut tidak sombong (dibandingkan misalnya disebut dengan guru/guru besar– yang dapat menimbulkan rasa “puas” dan “bangga”). Apa yang dapat dibanggakan dari ‘pemimpin rombongan kera’?

Pertemuan-pertemuan pelajar KJ disebut junggringan. Kata yang diambil dari kata-kata “junggring saloka” , tempat berkumpulnya para dewata di khayangan.

(Ki) Wijayanto

Posted in Umum | No Comments »

Hilangkan Fanatisme dengan Kawruh Jiwa

Posted by Wijayanto on January 9, 2008

Karena Surat Pembaca yang dimuat di Suara Merdeka berjudul “Hilangkan Fanatisme dengan Kawruh Jiwa“, saya dikontak oleh banyak orang yang berminat mempelajari lebih lanjut mengenai Kawruh Jiwa,
Ya, kalau mau belajar bersama-sama kami di Salatiga, tiap bulan, hari Minggu, pada minggu ke-3 setiap bulan, kami ada “junggringan” Bertempat di Rumah Bpk. Tri Kadarisman, Jl. Muria no. 167 (telp. 0298-314547),  dimulai pukul 14.00 - selesai

Untuk para pembaca semua, kami di Salatiga sedang mempersiapkan tulisan-tulisan untuk memudahkan pembelajaran Kawruh Jiwa (tentunya menurut tafsir kami…)

Ya…, semoga di sela-sela kesibukan pekerjaan sehari-hari, tulisan itu dapat segera kami selesaikan…

langgeng bungah susah
p.wijayanto

Posted in Umum | No Comments »

PINDAH RUMAH…

Posted by Wijayanto on October 29, 2007

website ini pindah rumah sejak 29 Oktober 2007,move.jpg

ke rumah baru (kost) di salatiga.biz, tepatnya di

http://ilmubahagia.salatiga.biz

Namun, ternyata rumah baru tidak nyaman, (terus terang nggak tahu kenapa, setelah beberapa saat, formatnya jadi berantakan) jadi ya pas malam 1 suro,  balik lagi ke sini saja, disini gratis tis tis….admin

Posted in Umum | 4 Comments »

Uran-uran begja (senandung bahagia)

Posted by Wijayanto on September 29, 2007

Senandung bahagia atau “uran-uran begja” adalah bait-bait lagu (MACAPAT) yang ditulis oleh KAS, sebagai sarana untuk memperkenalkan ajaran KJ.

Lagu-lagu dalam uran-uran begja, biasanya sebagian dilantunkan dalam pertemuan pelajar KJ, dan secara lengkap dinyanyikan dalam jonggringan tahunan yang diadakan di Kroya, Bringin, Kab. Semarang — 10 km dari Salatiga

Lagu-lagu ini telah dibuat VCD-nya oleh Ki Mul (dari Klaten), nanti  kapan-kapan potongan VCD itu akan saya upload ke YouTube, dan dapat diakses wia website ini.

admin

Posted in Senandung Bahagia | No Comments »

Senang / bahagia dan susah / celaka

Posted by Wijayanto on September 28, 2007

Sebagian arti hidup adalah untuk mengalami senang dan susah. Hidup yang terus menerus bahagia, bukanlah hidup yang baik ( George Loewenstein) — itulah tulisan awal dari Ninok Leksono yang dimuat di harian Kompas, 16 Mei 2007 yang berjudul “Uang dan Ilmu Bahagia”

Ya.. Seperti halnya “falsafah” dalam Kawruh Jiwa (KJ) yaitu “Langgeng Bungah Susah”, para pelajar KJ, menyadari sepenuhnya adanya rasa senang dan susah yang silih berganti.

Read the rest of this entry »

Posted in Tafsir Kawruh Jiwa | No Comments »